The Struggle to Get 'my body' is Real
A story behind a successful diet.....
Bagaimana cara memulai suatu program untuk menurunkan berat badan agar dapat mencapai hasil yang diinginkan?
Pertama - tama tanyakan pada diri anda sendiri:
1. Apa yang membuat anda ingin menjalankan sebuah program diet?
2. Bagaimana cara untuk memulainya?
3. Berapa lama anda dapat tahan menjalankannya?
4. Siapa saja orang disekitar anda yang mendukung program yang anda jalani?
5. Mengapa anda harus diet?
6. Kapan anda dapat memulainya?
Pertanyaan yang hanya dapat dijawab dari dalam diri anda sendiri. Untuk memulai suatu diet dan tercapainya target dari suatu program diet sebenarnya semuanya ANDA yang menententukan, dan tentunya hal itu tidak akan berasal dari, suami, saudara, teman, orang tua, melainkan dari diri anda sendiri.
60 kg
sweet 17
Singkat cerita berdasarkan pengalaman saya sendiri, pada waktu umur saya 17 tahun (2010) berat badan saya mencapai 60 kg (TB : 156), pada saat itu saya mau mengadakan pesta 'sweet 17', dan saya telah di warning oleh kedua orang tua maupun teman - teman atau saudara saya untuk diet. Saya menjalani diet dengan mengikuti senam rutin 2x seminggu di sebuah sanggar senam dikota tempat tinggal saya, namun saya tidak bisa membatasi makanan yang saya makan. Contohnya: pagi saya sarapan nasi + nugget, siangnya pada saat jam istirahat disekolah saya lapar lagi dan saya makan nasi + ayam goreng tepung, pulang sekolah saya melihat makanan enak dimeja saya makan lagi, memang sore hari saya pergi senam (aerobic) tetapi setelahnya saya makan lagi bahkan kadang makan lebih banyak karena setelah berolahraga terasa lapar. Alhasil, sewaktu pesta saya masih berberat badan 58,5 kg (baru turun 1,5 kg), dan pada akhirnya saya menyesalinya, mengapa saya tidak dapat terlihat cantik dan langsing seperti remaja yang normal seusia saya pada saat berumur 17 tahun.
Diet saya berhenti setelah acara ulang tahun ke 17 selesai dan pada waktu itu ujian nasional juga sudah selesai, ditambah pergi traveling dimana saya tidak bisa membatasi makanan. Selesai liburan, saya mencoba kembali diet, kali ini saya mencari jalan pintas karena mendengar ada beberapa orang yang berhasil menjalankan diet tersebut. Caranya: minum sejumlah pill yang katanya berisi suplemen makanan (kurang lebih total 15-20 pil dalam sehari) dan saya harus puasa selama tiga hari.
Kebayang nggak, gimana saya nggak boleh makan dalam 3 hari? apabila lapar sekali saya hanya boleh mengonsumsi sirup rasa maple yang diberikan dari suatu company diet tersebut. Akirnya saya memutuskan untuk mengikuti program tersebut yang terbilang tidak murah. Setiap 2 hari saya juga harus dibalut plastik tangan kaki dan perut selama sekitar 1jam yang katanya untuk membakar lemak.
Pada saat menjalani diet tersebut jujur saya sangat lapar, bagaimana caranya lambung kita yang sudah sebesar ini yang setiap hari diisi oleh makanan yang segitu banyaknya, tiba - tiba harus kosong dalam sehari. Memang isi pill itu adalah suplemen makanan tapi tidak cukup untuk mengisi kekosongan lambung saya. Hari pertama program ini dapat berjalan dengan baik namun pada hari kedua kepala saya pusing pada saat bangun dipagi hari. Terus terang saya mau menyerah tapi karena sayang telah mengeluarkan uang segitu banyaknya saya bertekad tetap menjalankan program ini. Singkat cerita pada hari ketiga saya sudah tidak tahan, disore hari saya makan sayur kira - kira 3 sendok, dan apa yang terjadi setelahnya? Malam harinya saya muntah yang berisi makanan , air dan darah. Betapa menyedikan saya yang sebelumnya tidak pernah sakit maag, harus merasakan sakit yang luar biasa ditambah muntah bercampur dengan darah. Saya memberhentikan semua suplemen yang saya konsumsi sebelumnya, dan alhasil memang sih, dalam 3 hari saya bisa turun 3 kg, berat saya menjadi 57 kg pada saat itu. Saya berusaha mempertahankan berat ini untuk tidak sampai ke 60 lagi, namun saya tidak bisa diet terlalu ketat karena maag yang telah saya alami membuat saya menjadi sedikit trauma.
Setelah liburan berakhir, tiba waktunya saya untuk pindah ke kota yang lebih besar, dan hidup jauh dari orangtua saya. Tentunya disana banyak restoran, penjual makanan yang enak - enak, alhasil berat badan saya naik sedikit menjadi 58, pada saat itu diawal kuliah.
Semakin hari - saya semakin menyadari kalau cewek - cewek dikota ini cantik - cantik dan langsing semua, contohnya nih kalau ada baju tanktop bagus dipakai di 1 cewek itu, di aku pasti jadinya jelek, lengan ku ter-amat sangat besar (kalo ngga percaya liat deh di blogpost sebelum ini). Semakin hari saya merasa semakin minder dan rendah diri, karena itu saya bertekad kuat untuk menjalani program diet dimana saya yang berusaha sendiri bukan dengan suplemen / obat - obatan pada waktu itu dimulai tahun 2011/2012. Kebetulan pada waktu itu saya mengikuti twitter dan blog DennySantoso, dimana banyak dibahas tentang HIIT training menggunakan treadmil, pembakaran banyak tapi treadmilnya cuma 20 menit.
Sistem HIIT training pada waktu itu :
- 4 menit pemanasan (speed 4-5)
- set 1 : jalan cepat 1,5 menit & lari 1,5 menit (speed 6 & 8)
- set 2 : jalan cepat 1 menit & lari 1 menit (speed 6 & 8)
- cooling down 3 menit
biasanya saya akhiri dengan sit up 20 x kemudian sauna dan selesai.
Oke, untuk lari 1,5 menit itu rasanya luar biasa dan ngos-ngosan, tapi lama kelamaan saya bisa tahan dan memang benar berat badan saya berangsur - angsur turun, karena pada waktu itu juga saya diet makan nasi putih minimalis, dan kadang malam cuma makan sayur. Pada akhirnya saya berhasil turun dari 58 menjadi 54 kg. Saya mulai menyadari betapa berhasilnya usaha saya sendiri, dengan keringat saya sendiri dibandingkan dengan jalan pintas, dan sayapun merasa puas hati. saya menjalani program ini kira - kira 6 bulanan, gym ruttin HIIT, kadang ditambah aerobic / senam BL. Tetapi berat badan saya pada waktu itu hanya bisa stuck di 54 kg, TB saya 156 cm .
54 kg
54 kg
54 kg bagi saya, saya masih jelek menggunakan baju tanktop dan rok pendek karena paha dan lengan saya masi terlihat besar. Pada saat itu tahun 2012 baru dimulai hitz2 nya instagram, account yang saya sangat suka pada waktu itu adalah wendyslookbook, bagaimana caranya orang ini tingginya cuma 156 an kalau ga salah tapi kalo difoto keliatan tinggi dan bisa jadi role model banget.
Pada akhirnya saya mencoba untuk foto ootd dan bikin blog ini, menirukan beberapa pose dan style dan omg, harus berapa kali foto supaya keliatan kurus, sedih banget kalo kayak gini ceritanya kudu edit sana sini. LOL
Okay, kalau 54 ini ga berhasil untuk membuat saya dapat bagus memakai semua baju berarti saya harus beratnya paling tidak seberat badan ideal saya (156-110 = 46 kg) atau mendekati. Beberapa orang bilang, "Ah jangan nanti kekurusan, nanti keliatan tua loh kalo smp 46" atau, "udh segitu aja sudah kurus kok, emang turunanya lengan gede, nggak bakal bisa kecil".
Kebetulan pada saat itu, lagi musim yoga dan pilates, katanya orang bisa kurus dengan yoga dan pilates, karena masi ada member di gym itu saya memutuskan untuk join yoga dan pilates juga. Jadi ada 2 tempat workout, senin gym selasa pilates/yoga, jumat pilates/yoga. Diet tetep ketat kecuali weekend. Setelah itu saya mendapatkan hasil yang cukup memuaskan berat saya turun menjadi 52 kg.
52 kg
52 kg, lengan masi besar
Tetapi diameter lengan saya pada waktu itu 32 cm, masih cukup besar. Saya berkonsultasi dengan instruktur yoga, dan dia bilang memang yoga gabisa menjanjikan lengan bisa kecil, karena itu butuh proses yang lama. Pada waktu itu instruktur yoga itu bagus banget badannya, beliau berusia 50 tahun tapi tetap ada toned arms dan abs line. dalam hati saya kalo dia bisa bikin badannya gitu kenapa ga bisa bagi tips nya dia supaya kliennya berhasil? Sempat sebel soalnya pas kepo dan banyak nanya tetapi dia malah menghindar.
Waktu berlalu, ketika itu saya harus tinggal dikabupaten yang berjarak 2-3 jam dari kota untuk menjalani lanjutan pendidikan dokter (coas = dokter muda ), tanpa fasilitas gym, hanya ada senam aerobic, tidak ada kelas yoga, dsb. Saya tidak kehabisan akal, 5 sesi terakhir yoga saya saya rekam dengan voice recorder, sehingga ketika saya berada diluar kota, saya masih bisa yoga di kamar kos dengan modal voice recorder dan speaker wireless yang saya punya. Kebayang ga bagaimana perjuangan saya buat kurus?
Pada saat itu tahun 2014 dimulai, pendidikan dokter muda bukanlah hal yang mudah untuk tetap menjalankan diet dan olahraga, karena beberapa malam dalam seminggu saya tidak dapat tidur, kalau nggak tidur ya lapar, daripada maag saya kambuh akhirnya saya makan. Ditambah tugas yang semakin banyak, saya tidak bisa diet. Alhasil berat saya naik lagi ke 54, pokoknya jelek banget tambah gabisa pakai baju apa - apa.
Beberapa stase (rotasi coas) telah terlewati, pada saat stase yang ringan saya bisa menurunkan berat badan saya, kadang saya lari di komplek sekeliling kos yang kebetulan dekat dengan RS, pakai aplikasi nike running, sampe kadang diteriakin orang - orang karena saya lari sendiri, dan kadang saya ikut senam aerobic di ruko dekat RS, karena udah capek gendut saya memaksa diri saya sendiri selesai jam rumah sakit, jam 2 siang saya buru - buru tidur dan bangun untuk mulai olahraga jam 17.00, untunglah 2 kg tadi bisa hilang dengan usaha saya ini, beratpun kembali menjadi 52.
Di tahun 2015 akhir, setelah masa coas hampir selesai, saya pindah lagi ke Surabaya untuk menyelesaikan beberapa putaran coas akhir di Surabaya. Karena sudah pindah ke ke Surabaya, saya bertekad teramat sangat. Dalam hati saya Tuhan, saya mau married tahun 2017 awal, ini badanku udah harus kurus tahun 2016, nggak boleh gendut seperti di foto 'engagement'. Sayapun kembali berlangganan yoga dan pilates didekat. Saya berusaha untuk mengikuti sebanyak mungkin sesi dalam seminggu, kemampuan sayapun jauh sangat menurun dibandingkan sebelumnya.
Our engagement photos. Nggak pernah di post karena malu kegendutan.
Thanks my hubby for loving me whatever I am.
1 bulan saya tidak mendapatkan hasil apa - apa dari pilates dan yoga, padahal saya sudah mengganti nasi saya dengan nasi merah, kurangin makan malam, dan alhasil gagal semua. berat badan saya stuck di 52.
Saya bukan orang yang pantang menyerah, karena saya yakin saya bisa kurus dan bisa bagus pakai baju apapun. Pada suatu malam saya membeli sebuah dress dengan brand yang dipakai oleh Miranda Kerr. Tekad saya sudah bulat, pokoknya saya harus pakai sebagus Miranda Kerr pakek, itu yang jadi target saya (walaupun udah pasti ga sebagus itu sih karena kalah cantik dan tinggi, tapi walaupun pendek, kalo kurus kan masi bagus pakai apa aja).
Saya menggabungkan foto saya dengan foto miranda, dengan model baju yang
sama dan menjadikannya walpaper hp saya supaya saya selalu ingat untuk diet dan
menyadari betapa mengerikannya tubuh saya. Mungkin pada saat itu saya sudah mengalami yang namanya 'body dismorphic
disorder' saya benci dengan badan saya sendiri. Dan sudah mulai pasrah, mungkin
lengan saya bakalan segini terus, dan kalo nanti melahirkan sm punya anak
mungkin badan saya udah seperti gajah, emang nasib saya mungkin gabisa kurus.
ini yang dijadiin wallpaper, sampai berbulan - bulan, sedih banget liatnya
Beberapa bulan kemudian, saya melihat salah satu account fitness centre yang
menyediakan olahraga trx. Saya belum pernah mencoba trx, saya hanya pernah
diberitahu teman katanya trx bisa kurus. Okelah member yoga dan pilates saya
masih sisa setengah, dan pada akhirnya saya mengunjungi tempat tersebut, disana
saya diperkenalkan dengan yang namanya, bodyfat, visceral fat, muscle %, body
age dan sebagainya. Pada saat itulah saya menyadari betapa mengerikannya tubuh
saya, dimana metabolismenya sudah seperti umur 30 tahun sedangkan saya baru
berusia 22 tahun. Pada akhirnya saya memutuskan untuk jadi member fitnes
tersebut, berarti saya punya 2 tempat gym yang double, satunya yoga / pilates
satunya trx, oke let's see if it's make me skinny or not. Aku udah bener -
bener capek jadi gendut, gabisa pakai baju apa - apa, dan ga dipandang sama
orang kalo ga cantik, i hate myself! (sebenarnya pemikiran yang salah, tapi
kalau aku gabisa sugesti diri sendiri, ini pasti bakalan gagal lagi).
start trx workout 52 kg
Kesan pertama, olahraga ini berat, trx sebenarnya tidak berat, tapi karena
digabung dengan circuit training (saya akan menjelaskan tentang circuit
training di post selanjutnya) olahraga ini menjadi berat. Minggu pertama, saya
tidak bisa turun tangga setelah squat, cuma kuat 12 x squat, jumping jack &
high knee cuma bisa 20 detik sisanya ngos - ngosan. Saya menyadari betapa
jeleknya metabolisme tubuh saya, dibandingkan dengan cewek - cewek di instagram
yang seringkali memposting workoutnya. Dari situlah saya terpacu untuk selalu berusaha
agar saya dapat berubah menjadi seperti sekarang. Minggu kedua latihan saya
mulai ditingkatkan, alhasil setiap latihan saya muntah, dan sampai minggu
keempat saya selalu berbekal obat maag untuk pergi ke gym, kadang sebelum
latihan saya minum obat maag dulu biar ga sakit perut.
kenapa bisa sakit maag? pola makan saya masih salah pada waktu itu, saya
terlalu ekstrim mengurangi makanan saya, dan sebelum workout biasa saya hanya
makan sayur. Karena itu pada waktu berolahraga asam lambung saya meningkat dan akhirnya
maag.1 bulan dan pada bulan - bulan berikutnya akhirnya saya mulai beradaptasi,
latihan pun semakin berat dan semakin intens, sayapun menjadi semakin kuat, dan....
Ringkasan, drama, dan kendala yang saya
alami pada saat itu:
- Saya harus jaga malam di RS dan besoknya ada janjian workout, dipagi hari
saya ngantuk saya tetap berolahraga.
- 4 minggu awal latihan saya hanya bisa lathian 2x seminggu dan hampir disetiap sesinya saya minum obat maag, atau sebelum olahraga saya minum obat maag dulu. Saya tidak menyerah hanya karena maag yang saya alami.
- Saya mau kurus bukan karena mau menikah saja karena emang udah capek gendut + ada sedikit masalah kesehatan apabila saya tetap gemuk.
- Saya mau kurus bukan karena mau menikah saja karena emang udah capek gendut + ada sedikit masalah kesehatan apabila saya tetap gemuk.
- Kalau kaki atau lengan saya sakit, saya tetap berolahraga tapi yang
dilatih bukan bagian yang sedang sakit, contoh habis legs day kaki saya sakit,
ya saya latihan lengan.
- Saya selalu disiplin dengan jadwal latihan saya, hari minggu pun saya
pergi ke gym untuk latihan. Kalau seminggu 3x ya harus seminggu 3x, misal kali keduanya hari sabtu
berarti minggu saya tetap harus latihan.
- Saya mengurangi makan garam (kuah, saos, mayo, bumbu2, dsb), mengganti
ayam paha kesukaan saya menjadi dada, dan mengganti minyak saya dengan olive
oil. Sebelum ini betapa saya sukanya dengan kuah, kalau makan sop/soto biasanya
kuahnya bisa 2 mangkok, padahal yang bikin gendut itu ya kuahnya ini, dan saya
baru tau setelah dijelaskan oleh trainer saya.
- Jika malam hari saya lapar, saya minum air putih 1 gelas dan cepat - cepat tidur, hanya untung menghilangkan perihnya lambung, kalau tidak tahan saya minum obat maag, atau makan 1 bungkus oat choco.
- Latihan terpagi saya adalah jam 5 pagi, dimana saya harus liburan pada
hari itu, tapi saya tetap menyempatkan waktu untuk olahraga sebelum ke bandara.
- Saya pernah demam, batuk dan pilek waktu olahraga (pada waktu itu sudah
harus jadwalnya olahraga di sore hari). Jadi, pagi hari saya demam saya minum
obat demam dan sore udah enakan saya langsung olahraga lagi. (karena saya
dokter saya bisa mengobati diri sendiri walaupun pada akirnya dimarahin ortu
saya karena sakit dipaksa olahraga, hehehe)
- Pada akhirnya saya menjadi orang yang kuat, saya tahan 20 menit jumping jack dan burpee bergantian.
- Saya bisa workout 2 jam dalam satu hari, dan otot saya sudah tidak terasa sakit.
- Maag saya sudah jarang kambuh, hampir 2 tahun tidak pernah kambuh.
- Ketekunan, konsistensi dan pantang menyerah adalah kunci keberhasilan, orang yang berusaha walaupun bertahun - tahun pasti akan ada jalan dan mendapatkan hasil yang diinginkan.
- Diet and workout is about you against yourself, hold on your ego, calmed youself and focus with yourgoal
- Sampai sekarang BB saya masih terjaga dan tetap 46 kg, sekali lagi saya diet bukan hanya karena acara nikahan dan bablasss setelahnya.
- Postingan2 setelah ini saya akan membahas tips diet , olahraga yang baik, dan benar sehingga mendapatkan hasil.
50 kg finally i can wear this, im not prettty as Miranda but at least, this dress is already look good on me. I WIN !!!
My Leanest point!!, from 29% bodyfat to 20%, i was 45,5 kg. Its Crazy!!
Baju MIranda yang saya beli udah kelonggaran dan gabisa dipakai karena beli size M :D
Baju MIranda yang saya beli udah kelonggaran dan gabisa dipakai karena beli size M :D
It was made my day, I got a chance to be a fitness model, it was my trainer new gym.
It's no longer hard to pose like this, im stronger than ever.
THANKS FOR READING!!
I HOPE YOU ARE WHO ARE STIL IN STRUGGLE TO LOOSE WEIGHT WONT EASY TO GIVE UP. IT'S ABOUT TIME, EFFORT, AND CONSISTENCY. BELIEVE IN YOURSELF AND ALWAYS DO YOUR BEST.
any questions just leave on my email : marselavineta@gmail.com
any questions just leave on my email : marselavineta@gmail.com
xoxo












Comments
Post a Comment